Storytelling Melalui Puisi Esai tentang LGBT dan Lainnya
- Penulis : Rhesa Ivan
- Rabu, 09 Oktober 2024 19:13 WIB

Dalam hal ini, sastra menjadi medium perlawanan yang subtil, namun dengan pengaruh yang mendalam dan berkelanjutan, mengubah cara kita melihat dunia dengan sentuhan yang lembut, namun kuat.
“Sastra adalah suara yang membawa kita ke dalam rahasia dan kebenaran hidup yang tidak terucapkan.”
Melalui kata-kata, sastra memungkinkan kita untuk mendekati isu-isu tabu dengan kelembutan dan ketenangan, namun tetap mengguncang dan mengubah hati manusia secara perlahan, satu pembaca dalam satu waktu.
Baca Juga: Catatan Denny JA: Ayah, Semoga Abu Jasadmu Sampai ke Pantai Indonesia
-000-
Buku puisi esai karya Agus R. Sarjono ini menjadi tonggak baru dalam perkembangan puisi esai.
Dari sisi gagasan, ia berani mengangkat tema yang masih tabu namun fundamental bagi hak asasi manusia, seperti isu LGBT, dalam latar dramatis konflik Israel-Palestina.
Dengan narasi yang tetap puitis, Agus membuktikan bahwa puisi esai bisa seindah puisi liris, menghadirkan keindahan kata ketika mengangkat isu sosial.
Lebih jauh lagi, karya ini memanfaatkan Artificial Intelligence untuk menyajikan epilog—suatu inovasi segar
yang membawa puisi esai memasuki ranah teknologi mutakhir, memberi dimensi baru dalam berekspresi.
Jakarta, 9 Oktober 2024 ***
(1) Untuk mendalami soal puisi esai dapat dibaca buku dalam LINK INI
Baca Juga: Catatan Denny JA: Ibu, Kukirim Nyawaku Padamu, Sampaikah?