Thursday, Apr 3, 2025
News

Inilah Alasan Polres Jakarta Timur Belum Naikkan Ke Penyidikan Kasus Kenzha Ezra Walewangko

image
Kapolres Metro Jakarta Timur,Kombes Nicolas Ary Liliplay meminta para demonstran untuk masuk ke dalam Mapolres untuk dijelaskan mengenai kasus Kenzha Ezra Walewangko, Jumat 21 Maret 2025 (Sportyabc.com/Lorcasz)

 

SPORTYABC.COM – Polres Metro Jakarta Timur akhirnya buka suara terkait kasus kematian Kenzha Ezra Walewangko yang hingga kini belum masuk dalam tahap Penyidikan.

Hal ini disampaikan oleh Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Nicolas Ary Lilipaly yang mengatakan bahwa kasus teewasnya Kenzha Ezra Walewangko belum naik ke tahap penydidikan karena unsur dua alat bukti sah belum terpenuhi.

Baca Juga: Sikap IKA Fisipol UKI Ketika Beraudiensi dengan Rektor dan Dekan

Alasan itu disampaikan oleh Kombes Nicolas Ary Lilipaly usai melakukan audiensi dengan mahasiswa Fisipol UKI yang tengah unjuk rasa di depan Polres Metro Jakarta Timur terkai kasus tewasnya Kenzha Ezra Walewangko.

"Jadi kami sampai saat ini belum bisa menaikkan ke tahap penyidikan karena dua alat bukti yang sah itu belum terpenuhi di dalam proses penyelidikan ini," ungkap Nicolas Ary Lilipaly.

Kombes Nicola Ary Liliplaly pun tegaskan hingga saat ini pihaknya masih menunggu hasil otopsi jasad Kenzha Ezra Walewangko untuk mengetahui persis kematian mahasiswa tersebut.

Baca Juga: IKA Fisipol UKI Desak Kapolres Jakarta Timur Transparan dan Profesional

Usai hasil otopsi keluar, penyidik segera lakukan pra rekonstruksi kemudian meminta keterangan ahli pidana

"Setelah keterangan ahli pidana kita akan melakukan kegiatan yang namanya gelar perkara untuk menentukan apakah kasus ini masuk dalam ranah pidana atau tidak," tutur Nicolas.

Ratusan mahasiswa Fisipol UKI menggelar aksi damai di depan Polres Metro Jakarta Timur pada Jumat 21 Maret 2025. 

Baca Juga: Penyidikan Kematian Kenzha Ezra Walewangko Melambat, Kompolnas Segera Datangi Polres Jakarta Timur

Mahasiswa Fisipol UKI ini datang ke Polres Metro Jakarta Timur dengan membawa audio system dan spanduk sembari berorasi menuntut kejelasan kasus Kenzha Ezra Walewangko yang tewas pada Selasa 4 Maret 2025.

"Kami datang ke sini untuk mempertanyakan, bagaimana kinerja polisi dengan kasus tewasnya sahabat kami Kenzha," ujar mahasiswa bernama Emon Wirawan. 

Emon pun menambahkan, sudah hampir tiga minggu sejak kematian Kenzha, namun polisi belum menetapkan tersangka meskipun sejumlah saksi telah diperiksa. 

Baca Juga: ICPW Pertanyakan Belum Keluarnya Hasil Otopsi Kenzha Ezra Walewangko

Sebagaimana diberitakan, Kenzha Ezra Walewangko, mahasiswa Ilmu Politik Fisipol UKI meregang nyawa yang diduga dikeroyok oleh sejumlah mahasiswa fakultas lain di lahan parkiran motor UKI Cawang, Jakarta Timur sekitar pukul 20.00 WIB pada Selasa 4 Maret 2025 lalu. ***
 

Halaman:

Berita Terkait