Pastor Markus Solo Kewuta Sosok Dibalik Penerjemah Paus Fransiskus
- Penulis : Rhesa Ivan
- Rabu, 04 September 2024 19:42 WIB

Dengan latar belakang akademis yang kuat dan cum laude, Markus Solo Kewuta kembali ke Wina dan dipercaya oleh Kardinal Christoph Schönborn untuk memajukan dialog antara umat Katolik dan umat Islam di kota tersebut.
Hingga pada 2006, Kardinal Schönborn mengangkat Pastor Markus sebagai Rektor Institut Internasional Asia-Afrika (Afro-Asiatisches Institut, AAI) di Wina.
Karena dedikasi dan kemampuannya dalam dialog lintas agama menjadi perhatian bagi Takhta Suci Vatikan.
Baca Juga: 3 Lukisan Artificial Intelligence Denny JA: Paus Fransiskus Tiba di Jakarta dan Spirit Keberagaman
Markus Solo Kewuta kemudian dipanggil untuk bergabung sebagai staf penasehat pada Dewan Kepausan untuk Dialog Antar Umat Beragama (Pontifical Council for Interreligious Dialogue, PCID) di Vatikan.
Pada Juli 2007, Markus resmi bergabung dengan Dewan Kepausan untuk Dialog Antar Umat Beragama di Vatikan.
Di lembaga tersebut dirinya diberi tanggung jawab khusus untuk menangani Desk Dialog Konflik Katolik-Islam di wilayah Asia dan Pasifik.
Baca Juga: Kunjungan Paus Fransiskus, Khusus Rabu – Kamis, 8 KA dari Gambir Berhenti di Jatinegara
Kemudian pada tahun 2015, Markus diberikan tanggung jawab baru sebagai Wakil Presiden Yayasan Nostra Aetate.
Yayasan ini memiliki peran penting dalam memajukan Pendidikan Perdamaian dan membentuk duta-duta perdamaian dari berbagai agama non-Kristiani.
Selain tugas-tugas tersebut, Markus juga dipercaya sebagai ceremonial liturgi dari Paus Fransiskus di Vatikan.
Baca Juga: Selain Innova Zenix, Berikut Ini Deretan Mobil yang Digunakan Paus Fransiskus di Luar Negeri
Dirinya kerap membantu Paus Fransiskus menjadi penerjeman bagi tamu tamu pejabat atau orang orang Indonesia termasuk mantan presiden Megawati Soekarnoputri pada 2023 yang kala itu mengunjungi Paus Fransiskus dan berdialog selama 1 jam.