DECEMBER 9, 2022
News

Denny JA Terbitkan Buku Puisi Esai ke-6 Sisi Gelap Sejarah Kemerdekaan

image
kiriman

Denny JA sendiri menyelami dilema moral yang dihadapi Bung Karno ketika itu sebagai seorang pemimpin di era kemerdekaan.

Ia paham, pastilah Bung Karno sangat ingin sekali Indonesia merdeka. Tapi apa daya waktut itu Jepang yang berkuasa. Jepang baru saja mengalahkan Belanda.

Bung Karno punya pilihan bekerja sama dengan Jepang melawan tentara sekutu. Bung Karno meyakini Jepang nantinya membantu Indonesia untuk menang.

Baca Juga: Bursa Transfer Liga 1: Borneo FC Lepas Wing Nai Tun dan Silverio Junio

Karena harapan itu, Bung Karno membantu Jepang mendapat tenaga kerja Indonesia yang banyak bagi aneka programnya. Salah satunya adalah program untuk memobilisasi tenaga kerja.

Bung Karno mengakui sendiri ia ikut memobilisasi pemuda-pemuda Indonesia untuk mau bekerja sebagai romusha. Ia berfoto untuk itu. Bung Karno juga berkampanye agar program itu sukses.

Bung Karno tidak menyangka pemuda-pemuda yang bekerja kepada Jepang itu menderita, dengan sangat menyedihkan. Tersiksa. Terhina.

Baca Juga: Bursa Transfer IBL Tokopedia 2024: Satria Muda Rekrut Elgin Cook

Banyak dari mereka dikirim bertumpuk-tumpuk di kereta api, yang pengap. Lalu sebagian mati di kereta api. Mayatnya pun dibuang di jalan.

Banyak dari mereka juga yang dikirim ke luar negeri naik kapal laut berdesakan. Tanpa makanan cukup. Tanpa fasilitas kesehatan memadai.

Banyak pula yang mati di kapal. Mayatnya pun dibuang ke laut.

Baca Juga: ASEAN Cup U16 2024: Nova Arianto Debut, Timnas Indonesia Bantai Singapura

Banyak pula yang bekerja di luar negeri ataupun bekerja di luar Jawa sana. Mereka mati karena kelaparan, atau penyakit yang tak diobati. Atau badan mereka kurus kering, tinggal tulang belulang saja diselimuti hanya oleh kulit.

Halaman:
Sumber: kiriman

Berita Terkait