Denny JA Terbitkan Buku Puisi Esai ke-6 Sisi Gelap Sejarah Kemerdekaan
- Penulis : Rhesa Ivan
- Senin, 24 Juni 2024 13:20 WIB

Foto dari mereka yang bekerja di romusha ini pun masih bisa kita lihat di Google. Bung Karno mengakui betapa ia sangat sedih. Ia tidak menyangka dan menyesal dengan kondisi rakyat Indonesia yang sempat ia sendiri mobilisasi.
Tapi ini tidak hanya sekadar romusha, Denny JA juga menggali kisah-kisah gadis muda Indonesia. Mereka sebagian besar tertipu dijadikan gadis penghibur tentara Jepang.
Mulai dari kisah Mardiem misalnya, yang waktu itu berusia 13 tahun. Ia dibujuk untuk bekerja di Kalimantan menjadi penyanyi di sana. Itu idaman Mardiem sejak lama menjadi bintang panggung.
Baca Juga: Bursa Transfer Liga 1: Borneo FC Lepas Wing Nai Tun dan Silverio Junio
Namun Mardiyem kaget sekali ketika sampai di Kalimantan. Ia dimasukkan di kamar yang kecil. Ia dipaksa melayani tentara Jepang. Ia diperkosa katanya sehari kadang-kadang sampai 10 dan sampai 15 tentara Jepang.
Ia alami ini bertahun-tahun. Itu dialami juga tidak hanya oleh Mardiem tapi oleh ribuan gadis pribumi Indonesia lainnya.
Sebelum Jepang pun banyak gadis pribumi yang juga mengalami hal serupa. Tapi yang ini terjadi di rumah-rumah tuan Belanda.
Baca Juga: Bursa Transfer IBL Tokopedia 2024: Satria Muda Rekrut Elgin Cook
Umumnya lelaki Belanda ketika datang ke Indonesia, menjajah Indonesia, mereka tidak membawa istri. Mereka menjadikan banyak gadis pribumi sebagai pembantunya.
Namun dalam perjalanan, pembantunya ini pun dijadikan sebagai gundiknya, sebagai sejenis istri tapi tidak dinikahi secara resmi. Mereka dijadikan nyai.
Para nyai ini beranak-pinak. Tapi nyai atau gundik ini tidak punya hak atas anak-anak yang mereka lahirkan. Banyak dari anak anak mereka pun akhirnya diambil oleh tuan Belanda dan dibawa ke negerinya.
Ini kisah-kisah yang kelam di era kemerdekaan dan diangkat oleh Denny JA dalam puisi esainya.
Baca Juga: ASEAN Cup U16 2024: Nova Arianto Debut, Timnas Indonesia Bantai Singapura
-000-