Denny JA Terbitkan Buku Puisi Esai ke-6 Sisi Gelap Sejarah Kemerdekaan
- Penulis : Rhesa Ivan
- Senin, 24 Juni 2024 13:20 WIB

Tapi apa itu puisi esai?
Denny JA menjelaskan. Puisi esai yang dia gagas itu adalah inovasi cara bertutur.
Ketika seseorang ingin menuliskan kisah atau sejarah atau true story misalnya, itu bisa dibuat dalam bentuk makalah ilmiah. Atau kisah itu bisa dibuat reportase jurnalistik Kedua cara bertutur ini harus bersandar pada fakta.
Baca Juga: Bursa Transfer Liga 1: Borneo FC Lepas Wing Nai Tun dan Silverio Junio
Denny JA mengembangkan cara lain bahwa kisah true story itu, yang acap kali dramatis, itu bisa diekspresikan dalam bentuk puisi esai.
Sebagai puisi esai, elemen fiksi begitu kokoh, sedangkan elemen fakta disampaikan lewat catatan kaki yang sentral dalam puisi esai.
Benar itu peristiwa terjadi. Benar itu terjadi di tahun dan tempat tertentu. Tapi dihadirkan di sana drama yang fiksi, agar peristiwa itu lebih mudah diingat, lebih dramatis, dan lebih menyentuh hati.
Baca Juga: Bursa Transfer IBL Tokopedia 2024: Satria Muda Rekrut Elgin Cook
Di tahun 2024, Denny JA menerbitkan dan memublikasikan buku puisi esainya yang ke-6, berjudul "Yang Tercecer di Era Kemerdekaan."
Sebelumnya, Danny J.A. juga sudah menerbitkan 5 buku puisi esainya lainnya.
Pertama adalah "Atas Nama Cinta," yang terbit di tahun 2012.
Buku ini menggali dan merekam suasana diskriminasi yang masih dirasakan publik luas setelah reformasi. klik di sini
Baca Juga: ASEAN Cup U16 2024: Nova Arianto Debut, Timnas Indonesia Bantai Singapura
Mulai dari diskriminasi yang sifatnya agama, diskriminasi gender, diskriminasi etnik, dan juga diskriminasi orientasi seksual. Inilah buku puisi esainya yang pertama yang ada. Itu pula awal diperkenalkannya genre puisi esai.