Denny JA Terbitkan Buku Puisi Esai ke-6 Sisi Gelap Sejarah Kemerdekaan
- Penulis : Rhesa Ivan
- Senin, 24 Juni 2024 13:20 WIB

Lalu kedua, Denny JA menerbitkan juga buku yang berjudul "Kutunggu di Setiap Kamis,” (2014).
Puisi esainya ini menggali kisah orang-orang yang hilang dalam sejarah Indonesia sejak tahun 1965 sampai 1998. klik di sini
Setiap hari Kamis itu puluhan ibu-ibu, bapak-bapak, laki dan perempuan berdemonstrasi di depan istana negara di Jakarta dengan membawa payung hitam.
Mereka mencari keluarga mereka yang hilang. Denny JA pun menggali kisah di balik peristiwa hilangnya seorang aktivis di tahun 1998.
Baca Juga: Bursa Transfer Liga 1: Borneo FC Lepas Wing Nai Tun dan Silverio Junio
Buku puisi esai Denny JA yang ketiga menggali kisah-kisah yang lebih filosofis. Buku itu berjudul “Roti Untuk Hati” (2015). Klik di sini
Ini kisah-kisah yang lebih filosofis. Menggambarkan perjalanan individu mencari meaning of life.
Ia menggali kisah-kisah mengenai agama, seni hidup. Juga mengenai cara individu menemukan arti dan life callingnya.
Buku puisi esai keempat Denny berjudul “Jiwa Yang Berzikir,” (2018).
Baca Juga: Bursa Transfer IBL Tokopedia 2024: Satria Muda Rekrut Elgin Cook
Puisi esai ini lebih menggali ayat-ayat Al Quran. Puisi ini dia buat selama Ramadan. Klik di sini
Denny JA mencoba menyusuri 30 juz Al Quran, mencari apa intisari dari juz itu. Ia lalu padukan dengan kisah-kisah sejarah yang pernah terjadi, tidak hanya di Indonesia tapi juga di seluruh negeri.
Buku puisi esainya kelima berjudul “Jeritan Setelah Kebebasan,” (2022).
Baca Juga: ASEAN Cup U16 2024: Nova Arianto Debut, Timnas Indonesia Bantai Singapura
Buku ini mengenai aneka konflik primordial yang terjadi setelah reformasi. klik di sini