DECEMBER 9, 2022
News

Mengapa Mengurung Pikiranmu di Sangkar: Pengantar Buku ke-5 Lukisan Artificial Intelligence

image
(Sportyabc.com / Kiriman)

Aneka lukisan itu sudah saya publikasikan di empat buku. Sudah pula saya buat pameran solo 188 lukisan saya di sebuah hotel 6 lantai di Jalan Mahakam, Jakarta.

Perjumpaan saya dengan lukisan The Last Supper karya Leonardo da Vinci muncul kembali. Saya pun ingin memvisualisasikan sebuah teks yang memberikan pesan filosofi hidup yang kuat.

Tapi saya tak memilih teks kitab suci. Saya memutuskan memvisualisasikan kutipan puitis Jalaluddin Rumi. Kedalaman renungan Rumi sejak lama menenggelamkan saya dalam rasa hening spiritual.

Baca Juga: 164 Wartawan Jadi Pelaku Judi Online, Pendiri AJI Prihatin

Rumi, seorang penyair dan mistikus Sufi abad ke-13, sering menggunakan metafora dan simbolisme dalam puisinya untuk menyampaikan pesan spiritual yang mendalam.

Kutipan Rumi ini lama menyentak saya: "Mengapa mengurung pikiranmu dalam sangkar sementara pintu terbuka untukmu terbang ke langit luas."

Ini contoh klasik gaya Rumi yang memadukan imaji-indah dengan pesan spiritual yang kuat.

Baca Juga: Putaran Ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026: Indonesia Bertemu Jepang Hingga Australia

Rumi hidup dalam sebuah era yang penuh dengan perubahan sosial, politik, dan keagamaan. Ia sering menekankan pentingnya pencarian batin dan kebebasan spiritual sebagai cara untuk mencapai kebenaran dan pencerahan.

Dalam konteks ini, Rumi menggunakan metafora sangkar dan langit untuk menggambarkan keterbatasan pemikiran manusia dan potensi tak terbatas dari jiwa yang bebas.

Kutipan ini bisa diartikan sebagai ajakan untuk membebaskan diri dari batasan-batasan mental yang kita ciptakan sendiri. "Sangkar" melambangkan batasan, ketakutan, dan pemikiran sempit yang mengurung pikiran kita.

Baca Juga: Diskusi Satupena, Satrio Arismunandar: Sama Seperti Menyanyi, untuk Menyentuh Pembaca, Menulis Harus Berangkat dari Hati

“Pintu terbuka" mengindikasikan peluang untuk kebebasan dan pencerahan selalu ada. Asalkan kita memiliki passion mengambil langkah untuk mengejarnya.

Halaman:
Sumber: kiriman

Berita Terkait