Mengapa Mengurung Pikiranmu di Sangkar: Pengantar Buku ke-5 Lukisan Artificial Intelligence
- Penulis : Rhesa Ivan
- Selasa, 02 Juli 2024 10:18 WIB

Penggunaan AI dalam seni dapat dianggap sebagai kolaborasi antara manusia dan teknologi. Sama seperti penggunaan komputer untuk desain grafis, AI memperluas kemampuan teknis seniman.
AI memungkinkan mereka untuk mengeksplorasi konsep yang mungkin sulit atau tidak mungkin dicapai dengan tangan. Alat baru ini membuka peluang baru untuk kreativitas tanpa mengurangi nilai atau integritas dari visi kreatif seniman.
Baik dari perspektif filosofis maupun empiris, karya yang dibuat dengan bantuan AI tetap dapat diklaim sebagai karya pribadi sang seniman.
Baca Juga: 164 Wartawan Jadi Pelaku Judi Online, Pendiri AJI Prihatin
AI adalah alat yang memperluas kemampuan ekspresi artistik tanpa mengurangi nilai atau integritas dari visi kreatif seniman. Transformasi teknologi ini hanyalah bagian dari evolusi berkelanjutan dalam dunia seni.
-000-
Sebelum dipublikasi di buku, lukisan saya soal kutipan Rumi itu sudah terlebih dahulu saya edarkan di medsos dan aneka WAG.
Banyak sekali respon yang saya terima. Di satu WAG, lukisan itu memicu diskusi mengapa kita mengurung dan membatasi pikiran kita sendiri, dalam dogma, baik dogma politik maupun agama.
Baca Juga: Putaran Ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026: Indonesia Bertemu Jepang Hingga Australia
Ada pula para dosen yang meminta izin saya menggunakan lukisan itu sebagai bahan kuliah. Lukisan itu akan dijadikan pemantik diskusi.
Ada pula pemikir agama terkemuka meminta saya mengirimkan lukisan itu dalam kanvas ke alamat pribadi. Lukisan itu akan dijadikan koleksi untuk terus membuatnya merenung.
Demikianlah, lukisan dengan asisten AI bisa menjadi pemantik renungan mengenai Art of Living. ***
Jakarta, 1 Juli 2024