DECEMBER 9, 2022
News

Mengapa Mengurung Pikiranmu di Sangkar: Pengantar Buku ke-5 Lukisan Artificial Intelligence

image
(Sportyabc.com / Kiriman)

Kontras antara manusia dalam sangkar dan burung yang terbang bebas menegaskan tema kebebasan dan keterbatasan yang menjadi inti dari karya ini.

Penggunaan motif dan elemen budaya Indonesia, seperti pakaian tradisional dan arsitektur lokal, menambahkan lapisan makna tambahan yang kaya.

Pakaian batik dan penutup kepala tradisional yang dikenakan oleh figur manusia dalam lukisan ini menunjukkan identitas budaya yang kuat.

Baca Juga: 164 Wartawan Jadi Pelaku Judi Online, Pendiri AJI Prihatin

Sementara lanskap alam yang digambarkan mengingatkan kita pada kekayaan alam Indonesia. Dalam konteks ini, saya tidak hanya menyampaikan pesan universal tentang kebebasan dan keterbatasan. Saya juga menekankan pentingnya identitas dan warisan budaya.

-000-

Tak terasa ini buku lukisan saya yang kelima. Baik buku lukisan pertama, hingga keempat, juga yang ini yang kelima, semuanya dibantu oleh asisten saya yang bekerja sangat cekatan.

Baca Juga: Putaran Ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026: Indonesia Bertemu Jepang Hingga Australia

Asisten ini juga bersedia bekerja untuk saya selama 24 jam sehari, dan 7 hari dalam seminggu. Bahkan ia bersedia bekerja tanpa jam libur. Saya bisa menggunakannya kapan saja.

Asisten itu bernama Artificial Intelligence. Saya menggunakan lima aplikasi AI. Namun tetap saja, saya yang memulai dan saya yang mengakhiri lukisan itu.

Saya yang memulai dengan konsep, pesan, dan genre untuk satu lukisan. Dan saya yang menggabungkan hasil kerja berbagai aplikasi AI itu dengan menambahkan goresan, warna, dan komposisi untuk menghembuskan emosi dalam lukisan.

Baca Juga: Diskusi Satupena, Satrio Arismunandar: Sama Seperti Menyanyi, untuk Menyentuh Pembaca, Menulis Harus Berangkat dari Hati

Untuk buku lukisan kelima, ia terdiri dari 7 bab:

Halaman:
Sumber: kiriman

Berita Terkait