Mengapa Mengurung Pikiranmu di Sangkar: Pengantar Buku ke-5 Lukisan Artificial Intelligence
- Penulis : Rhesa Ivan
- Selasa, 02 Juli 2024 10:18 WIB

"Terbang ke langit luas" menggambarkan potensi spiritual dan intelektual yang tidak terbatas yang bisa kita capai jika kita berani melepaskan keterbatasan.
Dalam dunia yang semakin kompleks dan penuh dogma, pesan Rumi untuk membebaskan pikiran kita dari batasan sangat relevan.
Kreativitas dan inovasi sering kali membutuhkan kita untuk berpikir di luar kotak dan menantang apa yang lazim.
Baca Juga: 164 Wartawan Jadi Pelaku Judi Online, Pendiri AJI Prihatin
Saya pun menerjemahkan pesan spiritual Rumi itu ke dalam lukisan. Salah satu lukisan itu menjadi cover buku ini.
-000-
Lukisan saya untuk renungan Rumi itu merupakan manifestasi penggabungan genre surealisme dengan kultur Indonesia.
Baca Juga: Putaran Ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026: Indonesia Bertemu Jepang Hingga Australia
Dalam lukisan itu, saya menampilkan berbagai figur manusia dalam sangkar burung yang tergantung di langit. Kontras dengan manusia yang mengurung dirinya sendiri, hadir burung-burung berwarna-warni yang terbang bebas.
Di bawahnya, lanskap Indonesia yang indah, lengkap dengan jembatan dan rumah tradisional, memberikan latar belakang yang kaya dan dinamis.
Metafora sangkar burung yang saya gunakan melambangkan keterbatasan, baik secara fisik maupun mental, yang seringkali kita hadapi dalam kehidupan.
Figur manusia dalam sangkar ini mencerminkan berbagai kondisi pengekangan yang dialami individu, entah itu oleh masyarakat, situasi ekonomi, atau bahkan oleh diri mereka sendiri.