DECEMBER 9, 2022
Internasional

Rapat Darurat, Mayoritas Anggota DK PBB Kompak Kutuk Pembunuhan Ismail Haniyeh

image
DK PBB gelar rapat darurat mambahas situasi panas yang terjadi usai terbunuhnya Pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh di Teheran Iran (UNPhoto/Loey Felipe)

"Pembunuhan politik [terhadap Ismail Haniyeh] ... merupakan pukulan telak, terutama bagi negosiasi yang dimediasi antara Hamas dan Israel yang bertujuan untuk gencatan senjata di Gaza."

Amerika Serikat memilih berbeda dengan mayoritas anggota tetap dan tidak tetap DK PBB justur membela Israel.

Sementara Wakil Dubes AS untuk PBB, Robert Wood, justru mendesak DK PBB untuk mendukung posisi Israel karena menurut Washington adalah hak Israel untuk membela diri terhadap serangan dari kelompok seperti Hizbullah dan tentunya Hamas.

Baca Juga: Pemerintah Indonesia Kecam Keras Serangan Israel ke Kamp Nuseirat

"Israel memiliki hak untuk membela diri terhadap serangan dari Hizbullah, dan teroris lainnya. Itulah yang dilakukannya pada tanggal 30 Juli," kata Wood seperti dikutip CNN Internasional.

Dubes Wood juga tegaskan sekali lagi kalau Amerika Serikat tidak mengetahui atau terlibat kematian pemimpin Hamas Ismail Haniyeh.

Sementara, Israel tidak membenarkan atau membantah tuduhan soal pembunuhan Ismail Haniyeh. Bahkan delegasi Israel justru mengalihkan isu dengan menuduh Iran sebagai mesin penggerak kematian dan kehancuran yang mengancam semua dalam rapat darurat tersebut.

Baca Juga: Indonesia Kecam Keras Resolusi Israel yang Tolak Pembentukan Negara Palestina

"Mereka yang jarang mencari stabilitas di kawasan itu seharusnya berupaya menyingkirkan teroris ulung, bukan meminta kedua belah pihak untuk menahan diri," kata perwakilan Israel di PBB, Jonathan Miller.

Rapat mendadak tersebut muncul usai Ismail Haniyeh tewas dalam serangan rudal di Teheran ketika berkuinjung ke negara Persia tersebut unutk menghadri pelantikan presiden Iran yang baru.

Hamas menuding Israel sebagai dalang pembunuhan. Namun, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu tak mengakui serangan terhadap Haniyeh.

Baca Juga: Akhirnya, Pendudukan Israel di Palestina Dinyatakan Ilegal oleh ICJ

Sementara itu, Benjamin Netanyahu hanya menyebut Israel telah memberi pukulan telak ke proksi Iran termasuk Hamas dan Hizbullah dalam beberapa hari terakhir. ***
 

Halaman:
Sumber: UN

Berita Terkait