DECEMBER 9, 2022
Humaniora

Berikut ini Negara yang Melarang Perayaan Natal, Salah Satunya Tetangga Indonesia

image
Ilustrasi Pohon Natal (GKDI.org)

"Non-Muslim bebas merayakan. Kami tidak memaksa mereka," kata Jimale.

Menrut Jimale,  bahwa laranga merayakan Natal berlaku bagi penduduk Muslim dan ditetapkan untuk mencegah potensi serangan oleh kelompok Islamis militas Al Shabab kepada orang orang yang berkumpul di hotel atau tempat umum lainnya.

Namun perayaan Natal akan dizinkan di kompleks dan babsis PBB untuk pasukan penjaga perdamaian Uni Afrika yang berbasis di Somalia untuk mendukung perlawanan pemerintah terhadap militan terkai Al Qaeda tersebut.

Baca Juga: Puisi Denny JA Warnai Perayaan Natal Komunitas Lintas Agama di Indonesia

Iran

Negara dengan mayoritas penduduk Muslim, negara ini juga merinis pelangrang terhadap perayaan Natal di tempat umum, larangan ini mencakup segala bentuk aktivitas termasuk mendirikan  dan mendekorasi Pohan Natal dan mengenakan pakaian Natal.

Jika melanggar autran ini dapat mengakibatkan sanksi berupa denda atau hukuman penjara menjeratnya.
Namun walau begitu, umat Nasrani di Iran mash dapat merayakan Natal ditempat pribadi seperti rumah atau gereja.

Baca Juga: 643.290 Tiket Kereta Api Terjual untuk Keberangkatan Jelang Natal dan Tahun Baru

Brunei Darussalam

Sebagaimana dilansir dari Independent, negara yang dipimpin oleh Sultan Hassanal Bolikah ini melarang perayaan Natal secara terbuka.

Namun umar Nasrani dapat merayakannya secara tertutup dan melapor kepada phak bewenang untuk minta izin.

Baca Juga: KAI Operasikan 56 Kereta Tambahan pada Libur Nataru 2024/2025 dengan Tiket Terjual 865.494 Lembar

Larangan ini sudah ada sejak 2014 seiring dengan kekhwatiran terkait perayaan Natal berlebihan yang mampu menimbulkan kesesatan pada penduduk Muslim di Brunei Darussalam

Halaman:

Berita Terkait