Studi: Anak yang Konsumsi Ikan Cenderung Lebih Ramah dan Suka Berbagi
- Penulis : Rhesa Ivan
- Sabtu, 15 Maret 2025 07:00 WIB

Bentuk perilaku prososial pada anak antara lain membantu orang orang, menolong orang terluka, menghibur teman yang sedang sedih atau berbagi mainan.
Perilaku ini biasanya muncul ketika anak berusia setahun dan menjadi kompleks beriringan dengan bertambahnya usia.
Perilaku prososial ini menjadi penting untuk perkembangan pribadi dan mudahkan anak berteman dengan baik bersama kelompoknya.
Baca Juga: Inilah Makanan yang Dapat Mencegah Kanker Payudara
Sebagaimana dikutip dari Study Find, bahwa dengan konsumsi ikan bisa membuat sifat anak menjadi lebih baik akibat nutrisi bergizi di dalam makanan laut tersebut. Karena makanan laut kaya akan vitamid D, Selenium, yodium dan omega-3
Semua nutrisi ini berdampak positif dalam perkembangan otak, asam lemak omega 3 yang terkonsentrasi di otak akan pengaruhi segala hal mulai dari pembentuk dan fleksibiltas membrane sel dan ekspresi gen.
Sedangkan Yodium pada ikan akam membnatu menghasilkan hormon tiroid yang pengaruhi perkembangan otak, sementara selenium hasilkan protein untuk produksi DNA sebagai antioksida.
Baca Juga: Inilah Makanan Khas Cirebon yang Paling Banyak Dicari
Kolin dalam makanan laut membantu hasilkan asetikolin yaitu zat kimia otak yang terlibat dalam respon proses berpikir atau rasa sakit.
Walau begitu, penelitian ini menemukan asupan makanan laut yang dikaitkan dengan perilaku prososial yang lebih baik ternyata tidak mempengaruhui skor pada IQ.
Asupan makanan laut ini juga tidak memperngaruhi perilaku lain seperti kesulitan emosional, masalah perilaku, hiperaktif atau masalah dengan teman sebaya lainnya.
Baca Juga: Inilah 12 Makanan dan Buah yang Kaya akan Karbohidrat Tinggi
Karena hal ini menujukkan, makanan laut mungkin mempengaruhi perilaku sosial tertentu pada anak, namun tidak berdampak pada ketrampilan berpikir keseluruhan atau area perilaku lainnya.