Studi: Anak yang Konsumsi Ikan Cenderung Lebih Ramah dan Suka Berbagi
- Penulis : Rhesa Ivan
- Sabtu, 15 Maret 2025 07:00 WIB

SPORTYABC.COM – Sebuah studi terbaru terungkap bahwa anak anak yang sering makan makanan laut seperti ikan akan cenderung bersikap lebih ramah dan peduli terhadap teman.
Studi dari Bristol University yang dipublikasikan dalam European Journal of Nutrition menyebut anak yang rutin makan makanan laut memiliki perilaku sosial yang lebih baik.
Baca Juga: Inilah Makanan yang Dapat Mencegah Kanker Payudara
Mereka cenderung lebih suka menolong, berbagi barang dan memperhatikan orang lain sebagaimana dikutip dari The Guardian dan Kompas.com.
Temuan tersebut menambah panjang manfaat dari konsumsi makanan laut seperti ikan yang baik untuk kesehatan fisik anak anak.
Peneliti dari Bristol University di Inggris lakukan studi dengan mengamati data dari studi Longitudinal Avon tentang orang tua dan anak ataus ALSPAC.
Baca Juga: Inilah Makanan Khas Cirebon yang Paling Banyak Dicari
Dalam penelitian tersebut hampir 8.300 anak berusia 7 tahun serta lebih dari 6.800 anak usia 9 tahun diamati pengaruh jumlah ikan yang dimakan terhadap ketrampulan berpikir dan perilaku anak anak.
Dan hasilnya, anak yang tidak konsumsi ikan pada usia 7 tahun berisko 35 persen lebih tinggil memiliki perilaku prososial yang cukup buruk.
Kemudian anak yang tidak makan ikan dan berperilaku lebih buruk dibandingkan mereka yang konsumsi 190 gram atau sekitar dua porsi ikan setiap pekannya.
Baca Juga: Inilah 12 Makanan dan Buah yang Kaya akan Karbohidrat Tinggi
Anak usia 9 tahun berisiko 43 persen memiliki perilaku prososial yang buruk jika tidak makan ikan sama sekali sejak masih berumur 7 tahun.
Bentuk perilaku prososial pada anak antara lain membantu orang orang, menolong orang terluka, menghibur teman yang sedang sedih atau berbagi mainan.
Perilaku ini biasanya muncul ketika anak berusia setahun dan menjadi kompleks beriringan dengan bertambahnya usia.
Baca Juga: GKI Camar Kota Bekasi Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis Bagi Warga Desa Jlarem Boyolali
Perilaku prososial ini menjadi penting untuk perkembangan pribadi dan mudahkan anak berteman dengan baik bersama kelompoknya.
Sebagaimana dikutip dari Study Find, bahwa dengan konsumsi ikan bisa membuat sifat anak menjadi lebih baik akibat nutrisi bergizi di dalam makanan laut tersebut. Karena makanan laut kaya akan vitamid D, Selenium, yodium dan omega-3
Semua nutrisi ini berdampak positif dalam perkembangan otak, asam lemak omega 3 yang terkonsentrasi di otak akan pengaruhi segala hal mulai dari pembentuk dan fleksibiltas membrane sel dan ekspresi gen.
Baca Juga: Inilah Ruas Tol yang Terapkan Diskon Ketika Mudik Lebaran 2025
Sedangkan Yodium pada ikan akam membnatu menghasilkan hormon tiroid yang pengaruhi perkembangan otak, sementara selenium hasilkan protein untuk produksi DNA sebagai antioksida.
Kolin dalam makanan laut membantu hasilkan asetikolin yaitu zat kimia otak yang terlibat dalam respon proses berpikir atau rasa sakit.
Walau begitu, penelitian ini menemukan asupan makanan laut yang dikaitkan dengan perilaku prososial yang lebih baik ternyata tidak mempengaruhui skor pada IQ.
Baca Juga: Aturan Buka Puasa di Transportasi Umum Selama Ramadan 2025
Asupan makanan laut ini juga tidak memperngaruhi perilaku lain seperti kesulitan emosional, masalah perilaku, hiperaktif atau masalah dengan teman sebaya lainnya.
Karena hal ini menujukkan, makanan laut mungkin mempengaruhi perilaku sosial tertentu pada anak, namun tidak berdampak pada ketrampilan berpikir keseluruhan atau area perilaku lainnya.
Sekedar catatan, penelitian ini menujukkan adanya hubungan antara makan ikan dengan perilaku anak bukan membuktikan hubungan sebab dan akibat diantar keduanya.
Untuk bisa membuat anak memiliki perilaku prososial lebih baik, orangtua disarankan rutin berikan dua porsi makanan laut setiap pekan kepada anak anaknya.
Dan juga disarankan mengolah makanan laut bertekstur lembut untuk melatih anak, misalnya ikan nila, tuna, salom dan kod yang dimasak menjadi makanan enak.
Para peneliti juga tidak lupa menyoroti paparan merkuri pada makanan laut yang sempat menghebohkan tersebut.
Namun konsumsi ikan dalam jumlah normal diyakini akan mendatangkan manfaat yang lebih besar daripada risiko kontaminasi. ***