DECEMBER 9, 2022
Kolom

Tafsir Humanis Ibadah Kurban: Respon atas Esai Denny JA soal Kurban Hewan di Era Animal Right

image
Pendiri Muslimah Reformis Foundation Musdah Mulia.

Salah satu bentuk rahmat itu adalah tidak menyiksa hewan dan menjadikannya kurban ritus agama.

Memang betul terdapat sejumlah teks suci berupa ayat dan hadis yang memerintahkan berkurban dengan penyembelihan hewan. Namun, sudah waktunya bagi umat Islam tidak lagi membaca teks-teks suci itu secara harfiah, melainkan membacanya secara lebih kritis dengan menggali pesan moral yang terkandung di balik teks-teks tersebut. 

Bukankah dalam beragama kita hanya diperintahkan menyembah kepada Allah Swt? Kita tidak diperintahkan menyembah teks-teks suci agama, sesuci apa pun teks tersebut.

Visi dan misi penciptaan manusia

Untuk memahami makna hakiki ibadah kurban, penting terlebih dahulu menghayati visi dan misi penciptaan manusia. Untuk tujuan apa manusia diciptakan dan apa misi utamanya? 

Al-Qur’an mengajarkan, visi penciptaan manusia adalah menjadi khalifah fil ardh atau pengelola di bumi (QS. al-Baqarah: 30; Shad: 26). 

Sebagai khalifah manusia bertanggung jawab mengelola, menata, memperbaiki dan memimpin--paling tidak bagi dirinya sendiri--demi hidup bermakna bagi semesta.

Adapun misi penciptaan manusia adalah melaksanakan amar makruf nahi munkar, saya mengartikannya dengan upaya-upaya transformasi dan humanisasi (QS. al-Tawbah: 71).

Sebagai khalîfah di bumi, tugas manusia sangat jelas, yakni mewujudkan kemakmuran, kesejahteraan, kedamaian, dan kemaslahatan bagi sesama manusia, bahkan semua makhluk di alam semesta (rahmatan li al-‘âlamîn). 

Satu hal paling penting untuk menuju ke sana adalah adanya kesadaran menegakkan kebenaran, keindahan, dan keadilan. 

Halaman:
Sumber: kiriman Denny JA

Berita Terkait