Tafsir Humanis Ibadah Kurban: Respon atas Esai Denny JA soal Kurban Hewan di Era Animal Right
- Penulis : Rhesa Ivan
- Senin, 05 Agustus 2024 10:10 WIB

Peristiwa yang dialami Ibrahim itu mengajarkan manusia bahwa semua yang dia miliki hanyalah titipan Allah Swt. Manusia bukanlah pemilik absolut. Segala yang kita miliki berupa anak, harta benda dan sebagainya adalah amanah Allah yang harus dijaga dan dimanfaatkan seefektif mungkin bagi kemaslahatan bersama.
Harta bukan untuk ditimbun seperti harta karun. Islam membolehkan manusia memiliki harta sebanyak mungkin, tapi untuk didistribusikan bagi kemaslahatan manusia dan alam semesta.
Intinya, Islam melarang kemelekatan manusia dengan sesuatu yang bersifat material dan non-material. Manusia harus mampu memerdekakan diri dan jiwanya dari ikatan dan belenggu apa pun, hanya terikat pada Allah semata. Itulah pesan moral yang hakiki dari peristiwa awal kurban.
Pesan moral ibadah kurban adalah pentingnya berbagi dan berempati (caring and sharing) pada sesama, terutama mereka yang sangat membutuhkan. Dijumpai banyak ayat dan hadis Nabi mengingatkan manusia agar tidak egois dan serakah, jangan hanya memikirkan diri sendiri.
Jangan membuang-buang makanan, jangan hidup mubazir dan menyia-nyiakan sumber daya alam. Islam amat sangat menekankan pentingnya hidup berhemat dan menjaga ekosistem agar lingkungan tetap asri dan terjaga sehingga dapat dinikmati generasi berikutnya.
Pertanyaan kritis muncul, mungkinkah pelaksanaan ritus kurban tanpa penyembelihan hewan? Apakah pelaksanaan ritus kurban yang nota bene hanya sunah muakkad, tetap didahulukan daripada menjaga kesehatan manusia dan lingkungan yang sudah jelas hukumnya adalah wajib?
Bukankah dalam ushul fikih, kita mengenal kaidah berbunyi dar’ul mafasid muqaddamun ‘ala jalbil mashalih (menghindari keburukan penting didahulukan daripada meraih kemaslahatan)?
Artinya, upaya-upaya preventif hendaknya menjadi pilihan prioritas. Hal itu terutama karena proses penyembelihan hewan kurban potensial menimbulkan beragam masalah, terutama masalah kesehatan lingkungan dan trauma psikologis, khususnya bagi anak-anak yang melihat aktivitas tersebut.
Hewan pun memiliki kesadaran, mereka bisa stres, apalagi jika melihat sesamanya disembelih. Itulah sebabnya perlu menjaga agar hewan kurban terhindar dari stres sebelumdisembelih. Di antaranya menyediakan tempat penyembelihan yang tenang, bersih, suci dari najis dan tidak gaduh, jauh dari pemukiman penduduk.
Hewan kurban harus diistirahatkan setelah perjalanan jauh dan jangan sampai mereka melihat darah sesamanya yang telah disembelih.