DECEMBER 9, 2022
Kolom

Tafsir Humanis Ibadah Kurban: Respon atas Esai Denny JA soal Kurban Hewan di Era Animal Right

image
Pendiri Muslimah Reformis Foundation Musdah Mulia.

Oleh karena itu, menurut saya, sebaiknya melakukan penyembelihan di Rumah Potong Hewan (RPH). Lalu, menitipkan pembelian, penyembelihan, dan pendistribusian hewan kurban kepada lembaga yang dipercaya dan memenuhi syarat. 

Betul bahwa membagikan daging kurban menyenangkan dan menggembirakan sesama, paling tidak sekali setahun. Namun menurut saya, jika memang berniat berkurban untuk menyenangkan dan membantu sesama, sebaiknya ibadah kurban dikelola sedemikian rupa agar manfaatnya dirasakan lama dan lebih berdaya guna.

Menyadari betapa pelik dan rumit serta potensi risiko yang besar dalam proses penyembelihan hewan kurban, mungkin tidak terlalu salah jika saya menyimpulkan bahwa sudah waktunya umat Islam menawarkan tafsir baru yang lebih rasional dan lebih humanis. Bukankah agama diturunkan sepenuhnya untuk kemaslahatan manusia?

Sekali lagi, perlu saya tekankan, ibadah kurban sangat mulia karena dimaksudkan berbagi kepada mereka yang membutuhkan. Masalahnya, jika yang dibagikan itu berupa daging kurban, rasanya kurang bermanfaat.

Sebab, hanya dapat dinikmati dalam waktu yang tidak lama. 

Lagi pula, tidak semua orang mengonsumsi daging, seperti bayi, lansia, kelompok vegan serta mereka yang mengidap penyakit tertentu. 

Bukankah lebih bermanfaat jika berkurban dalam wujud lain? Misalnya, dalam bentuk paket makanan bergizi, seperti lauk daging yang berkualitas untuk murid-murid sekolah, dana beasiswa pendidikan, biaya pengobatan atau perawatan kesehatan, biaya pelatihan kerja, biaya perawatan kelompok rentan: lansia, disabilitas dan anak-anak terlantar, serta untuk pemenuhan hak-hak kelompok tertindas, seperti pengungsi, korban gempa bumi, korban KDRT dan berbagai kekerasan lainnya.

Kesimpulan

Ritus kurban itu penting! Bahkan seharusnya menjadi bagian inti dalam kehidupan spiritual manusia. Sebab, ibadah kurban mengandung semangat pembebasan manusia dari kemelekatan terhadap apa pun selain Tuhan. 

Ritus kurban diharapkan mampu mengikis sifat-sifat anti sosial yang sangat berbahaya dan dapat menghancurkan sendi-sendi kehidupan sosial, terutama dalam hidup berbangsa dan bernegara.

Halaman:
Sumber: kiriman Denny JA

Berita Terkait