DECEMBER 9, 2022
Kolom

Tafsir Humanis Ibadah Kurban: Respon atas Esai Denny JA soal Kurban Hewan di Era Animal Right

image
Pendiri Muslimah Reformis Foundation Musdah Mulia.

Kesadaran itulah yang mendorong manusia senantiasa melakukan upaya-upaya transformasi (amar ma’rûf), yakni meningkatkan kualitas diri, kualitas iman dan amal. 

Kesadaran itu pula yang mengingatkan manusia untuk selalu melakukan upaya humanisasi atau memanusiakan sesama (nahi munkar), di antaranya melalui kegiatan edukasi, publikasi, dan advokasi.

Agar manusia dapat mewujudkan visi dan misi tersebut, Tuhan menganugerahkan akal budi sehingga mampu berpikir kritis, memilih dan memilah mana yang baik, benar, dan bermanfaat. Akal inilah yang membedakan manusia dari semua makhluk Tuhan lainnya, dan itu juga yang membuat manusia istimewa sehingga menerima mandat sebagai khalifah fil ardh. 

Itulah sebabnya mengapa kerja-kerja akal budi manusia mendapatkan apresiasi yang tinggi, seperti dinyatakan dalam al-Qur’an.

Bahkan, ayat al-Qur’an yang pertama turun adalah iqra’. Sayangnya kebanyakan umat Islam hanya memahami kata itu sebatas membaca. Menurut saya, kata iqra’ mengandung pengertian luas.

Itu adalah perintah bagi manusia untuk membangun peradaban melalui penguatan literasi, termasuk literasi keagamaan. Manusia harus menggunakan seoptimal mungkin seluruh daya pikirnya secara kritis dengan tetap mengacu kepada tuntunan kitab suci. Karena itulah fondasi utama untuk memajukan kebudayaan dan peradaban.

Begitu pentingnya nalar kritis dalam beragama sehingga Rasulullah menjanjikan pahala bagi mereka yang melakukan ijtihad. Ijtihad adalah memikirkan secara kritis dan sungguh-sungguh terhadap suatu problema dengan tujuan mencari solusi terbaik bagi kemaslahatan umat manusia. 

Jika hasil ijtihad itu benar, maka pelaku ijtihad dijanjikan dua pahala, namun jika hasilnya keliru pelaku ijtihad tetap mendapatkan satu pahala. Sebab, dia telah menggunakan nalar kritisnya secara optimal. Tidak heran

jika dijumpai sejumlah ayat dalam al-Qur’an yang mendorong penggunaan akal budi dan nalar kritis serta apresiasi terhadap ilmuwan dan mereka yang menekuni kerja-kerja penelitian dan penguatan literasi (QS. al-Mujadalah: 11).

Makna Hakiki Kurban

Halaman:
Sumber: kiriman Denny JA

Berita Terkait