Imajinasi Faktual dalam Lukisan Denny JA
- Penulis : Rhesa Ivan
- Minggu, 25 Agustus 2024 20:20 WIB

Imajinasi Faktual dalam Lukisan Denny JA

Paus ke Indonesia #1

Paus ke Indonesia #2

Paus ke Indonesia #3
Pada lukisan Paus ke Indonesia #1 ia menggambarkan dua wanita berkerudung sedang bersimpuh (bukan menyembah) di hadapan Paus. Paus menyambut mereka dengan teduh sambil memberi salam hormat.
Di depan dua wanita itu terlihat seorang kakek yang duduk di kursi roda. Kita simak, kursi roda tersebut didorong oleh seorang nenek tua. Di sekitar mereka berdiri banyak orang yang semua bersukacita. Dari setting yang tergambar, bisa diduga mereka berada di halaman kompleks pesantren.
Lukisan Paus ke Indonesia #2 menggambarkan Paus sedang merengkuh seorang anak dengan khusyuk. Sementara di sekitar bocah itu berdiri anak-anak lain yang menampakkan wajah riang. Sebagian anak itu mengatupkan tangannya dalam gestur berdoa dan berharap.
Di sekeliling anak-anak tampak orang tua mereka yang semuanya tersenyum bahagia. Di belakang kerumunan, aha, terlihat masjid megah yang siap mengumandangkan adzan.
Selembar lukisan yang menegaskan betapa kebersamaan dalam perbedaan itu sungguh menyenangkan dan selalu memberikan harapan-harapan mulia.
Lukisan Paus ke Indonesia #3 mempresentasikan kunjungan para ulama serta umat berbagai agama ke tempat Paus ketika berada di Indonesia. Di halaman bangunan gereja berbendera merah-putih itu, Paus menghaturkan sikap hormat kepada mereka yang bertandang. Kebahagiaan tampak berkelindan.
Semua lukisan ini mengesankan Paus yang sedang berbagi harapan kepada banyak orang. Denny tentu tidak menggambarkan realitas yang terjadi atas kedatangan Paus ke Indonesia. Karena ketika ia melukis itu, Paus belum berkunjung. Dan bahkan dalam kunjungan yang akan dilakukan Paus, tidak terjadwalkan program ke pesantren.
Di sini, Denny hanya ingin menggambarkan - tepatnya memaknai - bahwa kunjungan Paus ke Indonesia adalah untuk berbagi harapan-harapan baik.
Persis ketika para ulama Islam yang bermuhibah ke sudut-sudut dunia dengan memancarkan harapan-harapan yang mulia. Persis ketika para biksu berjalan ke banyak penjuru untuk meneguhkan harapan atas semesta.
Dalam lukisan Denny, Paus dimaknai sebagai perlambang dari wakil Allah yang selalu memberi pengharapan. Dan makna itu selaras dengan yang difirmankan Allah SWT dalam Al Qur’an: “Berharaplah kepada-Ku, niscaya Aku perkenankan harapanmu sekalian” (QS. Al-Mu'min : 60). “Dan Allah SWT akan mengabulkan harapan bagi siapa saja yang berharap hanya kepada-Nya” (QS. Al-Baqarah : 186).