DECEMBER 9, 2022
Kolom

Soal Kurban Hewan di Era Animal Rights, Memperluas Tafsir Kurban Hewan yang Tak Sebatas Bahimatul An’am

image
Ahmadie Thaha

Jika kita membandingkan kandungan protein dari hewan-hewan yang umumnya dijadikan kurban ini, dapat dilihat bahwa daging kambing dan sapi memiliki kandungan protein yang lebih tinggi dibanding daging domba dan unta. 

Namun, perlu diingat bahwa kandungan lemak juga berbeda, dengan daging sapi dan domba memiliki lebih banyak lemak dibanding daging kambing dan unta.

Apakah ada yang siap berkurban dengan ikan, yang gizinya tak kalah dari hewan bahimatul an’am? Inilah kandungan gizinya. Ikan tuna per 100g mengandung kalori 130 kcal, protein 29g, lemak 1g, dan zat besi 1.3mg. Lalu ikan sarden per 100g mengandung kalori 208 kcal, protein 25g, lemak 11g, dan zat besi 2.9mg.

Dan ikan makarel (kembung) per 100g mengandung kalori 205 kcal, protein 19g, lemak 13.9g, dan zat besi 1.6mg.

Dalam konteks kesehatan, memilih hewan kurban sebaiknya tidak hanya berdasarkan tradisi atau ketersediaan, tetapi juga harus mempertimbangkan kebutuhan gizi masyarakat yang akan menerima daging kurban. 

Misalnya, di daerah yang masyarakatnya mengalami kekurangan protein, memilih sapi atau kambing dengan kandungan protein yang lebih tinggi mungkin lebih bermanfaat. Mungkin juga ikan, yang berprotein lebih tinggi dari hewan bahimatul an'am?

Sebaliknya, di daerah di mana masalah kesehatan terkait dengan lemak lebih dominan, memilih unta atau kambing yang memiliki kandungan lemak lebih rendah mungkin lebih tepat. 

Mungkin juga ikan? Karena itu, aspek kesehatan dan kandungan gizi hewan kurban perlu lebih diperhatikan dalam keputusan kurban, bukan hanya dari segi ritual keagamaan, tapi juga dari segi manfaat kesehatan bagi penerima kurban.

Wallahu a’lam bish-shawab.***

Tulisan dibuat sebagai tanggapan atas tulisan Denny JA soal kurban hewan di era animal rights.

Halaman:
Sumber: kiriman

Berita Terkait