DECEMBER 9, 2022
Kolom

Soal Kurban Hewan di Era Animal Rights, Memperluas Tafsir Kurban Hewan yang Tak Sebatas Bahimatul An’am

image
Ahmadie Thaha

Dengan menekankan aspek pemberian dan solidaritas sosial, umat Islam dapat memperluas makna kurban untuk mencakup tindakan-tindakan yang mendukung kesejahteraan manusia dan lingkungan, seperti menyumbangkan waktu atau sumber daya untuk inisiatif lingkungan atau kesejahteraan hewan.

-000-

Menjawab pertanyaan Denny JA, “Akan menguatkah tafsir yang tak lagi harus hewan dijadikan kurban ritus agama,” saya yakin bahwa hal ini mungkin terjadi.

Namun, untuk itu, kita perlu mempertebal kesadaran tentang hak-hak hewan hingga vegetarianisme, yang ternyata belum banyak dibahas oleh para ulama. Selain itu, saya akan memperkaya pemikiran Denny JA pada aspek lain yang belum disentuhnya.

Richard C. Foltz, hampir dua puluh tahun lalu, merasakan kegelisahan yang sama seperti Denny JA. Guru besar dari Harvard ini, yang mengakui bahwa dirinya bukan ahli Islam, terdorong untuk menulis buku “Animals in Islamic Tradition and Muslim Cultures.” 

Ia berharap, akan lebih baik jika buku ini ditulis oleh seorang ulama, atau mungkin oleh seorang guru besar hukum dari universitas di Arab Saudi, sehingga kredibilitasnya lebih meyakinkan.

Atau, tambahnya, jika argumen-argumen dalam bukunya diajukan oleh pemikir radikal besar dunia Muslim seperti Khaled Abou El-Fadl, Farid Esack, atau Abdol-Karim Soroush, mungkin hal itu bisa memicu perdebatan di dalam komunitas Muslim, setidaknya di kalangan intelektual. 

Foltz tampaknya sedang berusaha mendorong diskusi mengenai persoalan lintas spesies melalui wacana yang dikemukakannya ihwal hewan kurban.

Memang tidak banyak ulama yang menulis soal hewan. “Kitab al-Hayawan” karya al-Jahidz (w. 868 M) adalah salah satu karya langka yang mengkaji dunia hewan, yang merupakan terjemahan dari buku “Historia Animalium” karya Aristoteles.

Buku Foltz mengisi kekosongan dengan merangkum sebagian besar informasi tentang hewan dalam Islam yang tersedia dari Al-Qur’an, hadis, fiqh, filsafat, sains, sastra, seni, sarjana kontemporer, situs web, dan bahkan vegetarianisme Islam. Ia juga memuat satu bab khusus tentang anjing.

Halaman:
Sumber: kiriman

Berita Terkait